| Fitur | Barcode (Satu Dimensi/1D) | QR Code (Dua Dimensi/2D) |
| Arah Baca | Dibaca secara horizontal saja. | Dibaca secara horizontal dan vertikal. |
| Kapasitas | Terbatas (sekitar 20-25 karakter). | Besar (hingga 7.089 karakter numerik). |
| Jenis Data | Hanya alfanumerik sederhana. | URL, teks, vCard, Email, hingga koordinat GPS. |
| Toleransi Kerusakan | Rusak sedikit saja, kode gagal terbaca. | Tetap terbaca meski rusak hingga 30% (Error Correction). |
2. Ciri-Ciri Visual
Ciri-Ciri Barcode:
Memiliki pola garis-garis hitam vertikal paralel.
Biasanya berbentuk persegi panjang horizontal.
Sering disertai angka di bawah garis (kode identifikasi produk).
Ciri-Ciri QR Code:
Berbentuk kotak (bujur sangkar).
Memiliki tiga kotak besar di pojok atas (kiri, kanan) dan pojok kiri bawah sebagai Position Detection Patterns.
Pola di dalamnya tampak seperti kumpulan piksel atau modul acak.
3. Kegunaan di Berbagai Sektor
Barcode: Digunakan terutama untuk operasional internal yang membutuhkan kecepatan tinggi dan data yang statis, seperti manajemen inventaris gudang dan sistem kasir ritel.
QR Code: Digunakan sebagai penghubung antara dunia fisik dan digital. Sangat ideal untuk kampanye pemasaran, akses cepat ke situs web, pembayaran nirkabel, dan distribusi informasi kompleks secara instan.
4. Kelebihan dan Kekurangan
QR Code (2D)
Kelebihan:
Mampu menyimpan ribuan karakter dalam ruang kecil.
Bisa dipindai menggunakan kamera smartphone tanpa alat khusus.
Memiliki fitur Error Correction (tetap berfungsi meski kotor atau sobek).
Mendukung kustomisasi warna dan logo.
Kekurangan:
Barcode (1D)
5. Pengaplikasian dalam Dunia Nyata
Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat kedua teknologi ini bekerja berdampingan:
Industri Ritel: Barcode digunakan pada setiap kemasan produk di supermarket untuk proses kasir, sementara QR Code di rak toko digunakan untuk memberikan detail promo atau spesifikasi produk tambahan kepada pelanggan.
Sistem Pembayaran: Di Indonesia, QRIS (QR Code Indonesian Standard) telah merevolusi cara pembayaran nontunai menjadi lebih inklusif dan cepat.
Logistik: Barcode digunakan pada label resi untuk pelacakan internal gudang, sedangkan QR Code sering digunakan untuk mempermudah kurir mengakses lokasi GPS alamat pengiriman.
Kesehatan: QR Code digunakan pada sertifikat vaksin atau gelang identitas pasien untuk akses rekam medis yang lebih lengkap dibanding barcode biasa.
Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Gunakan?
Jika kebutuhan Anda hanyalah identifikasi produk internal yang murah dan cepat, Barcode adalah pilihannya. Namun, jika Anda ingin berinteraksi dengan pelanggan, membagikan link website, atau butuh branding yang lebih menarik, QR Code adalah pemenang mutlak.
Siap membuat kode QR Anda sendiri? Anda dapat menambahkan warna kustom dan logo bisnis Anda untuk meningkatkan branding secara gratis.
👉 Pelajari Caranya di Sini: Tutorial Cara Membuat QR Code Kustom di KodeQR.my.id